Rabu, 26 April 2017

SEGITIGA PERSELINKUHAN

SEGITIGA PERSELINGKUHAN


Hana, memandang keluar jendela. Pemandangan yang tidak  indah, karena yang nampak di luar sana hanyalah kegelapan. Tapi lumayan buat mengalihkan perhatiannya dari sosok diri yang sedang terbaring di tempat tidur. Sebetulnya pikirannya tetap ke arah lelaki itu, lelaki yang selalu membuatnya gila pada gelora cinta yang tak pernah musnah. Hana selalu terlena pada geliat panasnya, sensasi desah yang menggelora itu, menebar kehangatan keseluruh tubuh, hingga tidak ada  satu bagian tubuhpun yang tidak bereaksi oleh sentuhannya.
Hana  memejamkan mata, butir-butir airmatapun tak mampu lagi dia bendung, “ ini salah, sangat salah.” Demikan nuraninya bicara. Tapi apalah daya Hana, ketika sekian tahun hasrat manusiawinya tak pernah lagi tersentuh oleh kehangatan makhluk yang bernama laki-laki. Kemudian datang dia, seseorang dari masa lalu yang  bertemu kembali setelah sekian tahun terpisah oleh jarak yang sangat jauh. Dan tiba-tiba dia muncul lagi menawarkan kehangatan cinta yang telah lama padam dari kehidupannya. Hana mengutuk dirinya, Hana mengutuk suaminya, Hana juga mengutuk laki-laki itu, dan hana mengutuk syetan-syetan yang sedang menari-nari di sekelilingnya.
Perkawinan macam apa yang di jalani Hana dan Farhan, suaminya. Sepuluh tahun yang sudah dijalani, hanya 6 bulan pertama dilalui dengan gelora cinta membara, selebihnya hanya ada malam-malam yang dingin dan hati yang makin lama makin membeku. Setelah lahir seorang anak yang sekarang berusia 8 tahun, tak pernah lagi dia merasakan sentuhan hangat dari Farhan.
“Apa aku ini terlalu jelek di matamu, Mas farhan?, atau badanku bau?, kenapa kamu selalau menolakkku?” tanya Hana suatu hari dengan perasaan yang sangat terluka ketika farhan menolak sentuhannya.
“Kamu ngomong apa sih, Han, tolonglah mengerti, aku sangat lelah dan banyak kerjaan kantor yang menguras pikiran.” Jawab Farhan
“Lantas sampai kapan aku harus menunggu?, ingat ya, Mas, kalau kamu ga bisa kasih aku uang, aku bisa cari uang sendiri, tapi kalau kamu tidak memenuhi kebutuhan batinku, aku harus minta pada siapa?, ga mungkin aku minta pada laki-laki lain, kan?, itu berarti aku harus berzina dan menodai perkawinan kita, iya, kan?”
“Hana, cukup!, apa kita harus bertengkar Cuma gara-gara ini?”
“Cuma….?, Mas, ini masalah serius, jangan dianggap remeh.”
Farhan kelihatan  sangat marah dengan desakan Hana, dia keluar kamar dengan membanting pintu, begitu dan begitu seterusnya. Hana selalu di tinggalkan dengan perasaan terhina akibat penolakan dari Farhan, pertengkaranlah yang akan terjadi kalau Hana sedang menuntut haknya sebagai isteri,  dan Hana Cuma bisa menangis, ”perkawinan macam apa yang dijalaninya dengan Farhan?”, gumamnya. Salah satu tujuan perkawinan adalah menyalurkan hasrat libido secara halal, tapi kalaau sudah seperti ini…?
Hana bertahan pada perkawinan ini, hanya karena tidak berani menghadapi pandangan buruk masyarakat terhadap gelar janda. Dan Farhan?, tidak sedikitpun merasa bersalah dengan situasi ini. Tidak ada sedikitpun niat di hatinya untuk konsultasi ke dokter atau berobat dengan cara lain, agar bisa menjalani mahligai rumah tangga yang normal, yang saling mengerti hak dan kewajiban suami dan isteri. “Bodohnya aku….” Bisik Hana lirih.
Yah, Hana merasa bodoh, padahal kalau saja dia berani memutuskan jalan hidupnya, pasti dia tidak akan seperti ini sekarang. Kenapa dia harus melakukan hal sehina ini bersama Rizal, kenapa tidak dengan jalan yang halal saja, dia minta cerai dari farhan, kemudian dia menikah dengan Rizal. Hana semakin terisak memikirkan jalan hidup yang dilaluinya. “Ya Allah, masih pantaskah aku menyebut namaMu, setelah aku menjadi hambaMu yang hina dina ini?, kenapa aku sampai bisa mengorbankan keimananku, hanya karena nafsu bejad ini, ya Allah?”.
Di sinilah Hana sekarang, di sebuah penginapan kecil di luar kota, bersama seorang lak-laki yang bukan muhrimnya, dan ini bukan yang pertama kalinya, tapi yang sudah sekian kali dilakukannya. Pekerjaan yang sering mengharuskan dia dinas ke luar kota, memudahkan dia menjalankan perselingkuhan ini, tanpa harus bersusah-susah mencari alasan untuk izin ke Farhan bila hendak ke luar kota, karena hal ini sering dia lakukan untuk dinas. Sejak satu tahun terakir ini, dinas ke luar kota menjadi dinas yang paling disukai Hana, karena dia akan langsung menelpon Rizal untuk menyusulnya ke daerah manapun dia berdinas, dan Rizal yang memang tidak punya pekerjaan  tetap selalu siap kapanpun, jika Hana memintanya menyusul.
Rizal adalah kekasih Hana semasa dikampus dulu, harus berpisah karena Rizal harus menikahi wanita pilihan orang tuanya dengan alasan satu suku. Yah, satu suku. Tapi tiga tahun yang lalu, isteri Rizal meninggal, dan kini Rizal seorang duda dengan 2 putra. Kembali datang ke kehidupan Hana sejak mereka bertemu di acara Reuni teman-teman sekelasnya waktu di kampus dulu. CLBK, itu benar. Hana terjerat perasaan lama yang ternyata masih tersimpan rapih di hatinya, dan Rizal menjerat Hana dengan pesona kejantanan yang dimilikinya. Namun Hana tidak tahu apa Rizal pun masih menyimpan cinta untuknya atau hanya nafsu syahwat yang dia tawarkan, bagi Hana setahun bersama Rizal tidak perlu memikirkan tentang cinta, tapi kehangatan yang dia rindukan, dan Rizal punya itu.
Hana berpaling ke arah rizal yang terbaring di ranjang, Hana menghampirinya, dan duduk ditepi Ranjang di samping Rizal, dia mengambil tisu yanag ada di atas nakas di samping tempat tidur. Di bersihkannya mulut Rizal, dan Hana menunduk mencium Bibir Rizal dengan mesra, Rizal diam tak bergeming. Kemudian Hana Mengelus wajahnya. “Aku mencintaimu, Zal, sekaligus sangat membencimu, sejak aku tahu apa yang kamu lakukan di belakangku, setelah pengorbanan besar yang ku berikan padamu, tidurlah yang nyenyak….aku akan menemanimu, selamanya….” Bisik Hana di telinga Rizal. Dan Hana pun berbaring di samping Rizal, dipejamkan matanya sambil menggenggam tangan Rizal, sementara Rizal tetap  tak bereaksi.
Ternyata mata Hana tak hendak terpejam, pikirannya melayang, ke peristiwa empat hari sebelum Hana berangkat dinas ke luar kota. Hana bertemu dengan sahabatnya Latifa di pusat perbelanjaan, pertemuan yang tidak direncanakan itu menyenangkan mereka dan akhirnya mereka memutuskan untuk berbincang di salah satu café yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Obrolan yang ngalor ngidul itu akhirnya berujung pada curhatan Latifa yang membuat Hana terkejut dan shock.
“Suamiku, Mas Hanif, menceraikan aku.”
“Kenapa?”
“Dia tahu kalau aku berselingkuh, Han.” Latifa tertunduk ketika menceritakan itu. “Tolong jangan ceritakan ini pada teman-teman yang lain, aku mempercayaimu, Han, kamu sahabat terbaikku, makanya aku berani cerita.”
Hana terdiam, dia tidak menyangka Latifa begitu percaya kepadanya sementara dirinya sendiri tak akan pernah membiarkan orang lain tahu, betapa dirinyapun sangat kotor dan tak bermoral, “Boleh aku tahu laki-laki itu?” tanya Hana. “Maaf, itu kalau kamu tidak keberatan.”
Latifa ragu untuk menjawab, tapi akhirnya dia beranikan diri juga untuk berterus pada Hana. “Dia Rizal, Han, mantan kamu waktu dikampus dulu.”
“Apa….???” Tanya Hana kaget.
“Han, please,  kamu kaget bukan karena marahkan?” Latifa balik bertanya.
“Oh…eng….engga….ga apa-apa, Cuma ga nyangka aja, ko bisa?” jawab Hana, berpura-pura tidak ada apa-apa. “Terus, akhirya bagaimana Hubungan kamu dengan Rizal?”
“Setelah aku cerai enam bulan lalu, dia malah kabur, Han. Ternyata dia hanya mau bersenang-senang denganku, setelah aku memintanya serius dan bertanggung jawab, dia pergi seenaknya”
“Sejak kapan kamu berhubungan dengan dia?” tanya  Hana sambil menyimpan rasa sakit dihatinya.
“Sejak dua tahun yang lalu, waktu teman-teman baru pertama kali mengadakan reuni setelah beberapa tahun tidak bertemu, waktu itu kamu tidak datang kan, Han?”
Hana hanya diam mendengar pertanyaan Latifa, hatinya sangat terluka mendengar kejujuran Latifa, Jadi selama ini sahabatanya ternyata selingkuh dengan mantan kekasihnya, dan yang sekarang menjadi selingkuhannya juga. Wajah Hana Pucat. Akhirya dia pamit ke Latifa untuk segera pulang, dengan alasan kurang enak badan. Latifa pun menyetujui dan mereka berpisah.
Sekarang, Hana disini bersama Rizal. Dalam diam menahan luka dia lampiaskan nafsu birahinya bercampur dengan nafsu amarahnya. Ternyata Rizal adalah bajingan yang harus dimusnahkan, demikian teriak Hana dalam hatinya. Hana sudah mengorban harga dirinya, keimanannya, moralnya, menganggap Rizal adalah cinta lamanya yang bisa dijadikan tumpuan hidupnya kelak. Di dalam benaknya selama ini Rizal sangat mencintainya. Tutur katanya yang selalu manis merayu membuat Hana tersanjung dan mampu melupakan segalanya. Ternyata Rizal adalah petualang cinta, yang menggoda wanita-wanita yang terpikat kepadanya, termasuk Latifa, sahabat Hana. Dan Rizal tahu itu. Bahkan Rizal membina perselingkuhan dengannya di saat dia juga sedang membina perselingkuhan dengan Latifa, apa ini…?  Apa yang di cari Rizal….?.
Dalam luka yang begitu dalam, mengenang masa lalu yang pahit bersama Rizal, karena Rizal lebih memilih menikah dengan wanita yang di sodorkan orang tuanya, kemudian menikah dengan Farhan yang sudah membuat dia seperti wanita yang bau dan sangat jelek, sampai Farhan seakan enggan menyentuhnya. Kemudian Rizal kembali datang dan kembali melukainya dengan luka yang lebih dalam, membuatnya melambung tinggi ke awan kemudian membantingnya sangat kencang, dirinya, hatinya, semua remuk redam, hancur berkeping seakan tak mampu hidup lagi. Hana kembali menangis mengingat itu semua…
Baginya hidup tak menerimanya lagi dalam kebaikan, hidup telah menjerumuskannya ke lembah nista yang menjijikan, setan-setan berpesta pora merayakan kemenangannya, berhasil merayunya merasakan kenikmatan terlarang yang sudah dia langgar, seumur hidup  Hana menjaga kehormatan dan berusaha menjadi manusia yang selalu taat dan tawakkal, harus hancur di saat usianya yang seharusnya berada pada ketakwaan yang tinggi.
Dalam keterlanjuran dosa dan keterpurukan yang membuatnya putus asa, Hana gelap mata. Malam ini diajaknyanya Rizal bercinta, mereguk surga dunia, melampiaskan semuanya bersama desah yang menggila, seakan ingin meyalurkan hasrat sepuas diri untuk terakhir kali. Rizal terkapar puas, Hana terkapar lemas. Tertatih Hana membuat kopi yang kemudian di sodorkannya ke Rizal yang sudah duduk di tepi ranjang . Lima menit kemudian Rizal merasakan sakit di perutnya, seluruh badannya terasa panas. Rizal menggelepar-gelepar menahan sakit yang teramat sangat.
‘Ha…….na….ap…ap….paaa…ini…?” tanya Rizal dengan nafas tersengal dan mata melotot menatap Hana.
Hana yang duduk di tepi dipan, tersenyum menyeringai sambil menahan takut, menahan benci, menahan luka hati, dengan gemetar Hanapun menjawab, “i…tu…balasan mu….laki…laki jahat…!.”
“A…ku….sa…lah…appppa, Han…?” tanya Rizal dengan suara yang makin lirih.
 Mendengar pertanyaan Rizal yang seolah tidak pernah punya salah, kemarahan Hana memuncak. “Salah apa….? Salah mu adalah…kamu menduakan aku dengan Latifa!, Kamu menjerumuskan aku kelembah nista, Kamu membuat aku menjadi wanita binal dan gila!, Kamu…..???!!!!” Hana tak mampu melanjutkan kata-katanya, diapun terisak dan meraung di samping Rizal yang sedang sekarat. “Kamu ternyata orang jahat Rizal, huk….huk….huk…..aku pikir…..perselingkuhan ini….akan berakhir bahagia, aku cerai…dari Mas Farhan, dan kita menikah, tapi  ternyata…..kamu makin membuaku merasa hina….dengan menduakan aku dan Latifa, sahabatku.”
“Han,……to…long….a….ku….a….ku…” Rizal terkapar, benar-benar terkapar. Matanya melotot, seluruh badannya membiru, buih putih mengalir dari mulutnya, Hana duduk bersila disamping Rizal yang sudah tidak bernafas, Bingung tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya, entah apa yang dirasakannya sekarang, sedih, takut, marah, benci, dendam, semua sudah samar. Dengan air mata yang tak berhenti mengalir dari matanya,  Hana meluruskan tubuh Rizal seperti sedang tertidur rapi.
Sekarang Hana terbaring di sisi Rizal, tatapan matanya kosong, dia meyakini apa yang dilakukannya itu benar, Hidupnya sudah kadung serba salah, Seandainya dia tidak melakukan ini, bagaimana dia menghadapi Farhan dan anaknya, kalau mereka sampai tahu, kalau isteri atau ibu yang dianggapnya soleha ternyata sudah berselingkuh, bagaimana dia menghadapi Latifa, sahabatnya, kalau Latifa sampai tahu bahwa diapun berselingkuh dengan Rizal.
Hana tak mampu lagi berfikir jernih, di baringkan tubuhnya di samping Rizal, setelah sebelumnya diapun meneguk sisa kopi yang telah diminun Rizal. Kepedihan hati yang sangat dalam,  membuat Hana tak mampu merasakan sakit  akibat racun tikus yang dituangkan Hana ke dalam kopi tersebut. Hana hanya meringis sambil memejamkan mata dengan kerasnya, seperti Rizal, dia pun sempat menggelapar, menggeliat menahan sakit, buih putih  keluar dari mulutnya, setelah itu Hanapun terkapar lemas dan akhirnya tidur untuk selamanya di samping Rizal……..

HEADLINE NEWS KORAN PAGI……DITEMUKAN DUA SOSOK MAYAT  DI VILLA BUKIT INDAH, DI DUGA PASANGAN SELINGKUH…..


                                                                        By : Fakhria Ilyas
                                                                        Cikarang, 13 April 2017




     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERHEMPAS

Malam, ketika hanya ada suara desir angin Di beranda sunyi, aku menatap awan Bintang bersembunyi membiarkan langit sepi Rembulan muram da...