Malam, ketika hanya ada suara desir angin
Di beranda sunyi, aku menatap awan
Bintang bersembunyi membiarkan langit sepi
Rembulan muram dan cahayanya pun pudar
Memberi arti jiwa yang hampa
Termakan dusta sang pujangga
Mulut manisnya berbisa merayuku si wanita
Menjunjung memberi takhta di atas sana
Melenakan sukma terbuai aksara
Bagai nyanyian surga dalam syair gempita
Duhai...
Pedih hati teriris
Pedih jiwa menangis
Saat bayangnya pun menghilang
Lenyap tak berjejak
Padahal harapan telah di puncak
Membumbung seakan enggan berpijak
Hanya bintang dan rembulan
Empati alam yang menyadarkan
Lamunan angan yang menjulang
Dan aku terhempas...
Di malam ketika angin hanya berdesir
Bintang bersembunyi
Dan Rembulan pun muram.
Selasa, 24 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
TERHEMPAS
Malam, ketika hanya ada suara desir angin Di beranda sunyi, aku menatap awan Bintang bersembunyi membiarkan langit sepi Rembulan muram da...
-
Cinta.....?, Padanya, saya meleburkan rasa. menyatukan segala asa, melebur menjadi satu keutuhan yang mengorbankan keegoisan. menganggap d...
-
Cerpen BP MENARI DI TEPI SENJA Aku memandang jauh ke depan, ke arah dimana matahari bersiap menyembunyikan dirinya, menebar bias jingga d...
-
"Sayang, hari ini aku sibuk, jadi aku ga bisa datang ke rumahmu" itu katamu dua minggu lalu lewat video call. Padahal waktu itu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar