Selasa, 24 Juli 2018

TERHEMPAS

Malam, ketika hanya ada suara desir angin
Di beranda sunyi, aku menatap awan
Bintang bersembunyi membiarkan langit sepi
Rembulan muram dan cahayanya pun pudar
Memberi arti  jiwa yang hampa
Termakan dusta sang pujangga
Mulut manisnya berbisa merayuku si wanita
Menjunjung memberi takhta di atas sana
Melenakan sukma terbuai aksara
Bagai nyanyian surga dalam syair gempita
Duhai...
Pedih hati teriris
Pedih jiwa menangis
Saat bayangnya pun menghilang
Lenyap tak berjejak
Padahal harapan telah di puncak
Membumbung seakan enggan berpijak
Hanya bintang dan rembulan
Empati alam yang menyadarkan
Lamunan angan yang menjulang
Dan aku terhempas...
Di malam ketika angin hanya berdesir
Bintang bersembunyi
Dan Rembulan pun muram.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERHEMPAS

Malam, ketika hanya ada suara desir angin Di beranda sunyi, aku menatap awan Bintang bersembunyi membiarkan langit sepi Rembulan muram da...