"Sayang, hari ini aku sibuk, jadi aku ga bisa datang ke rumahmu" itu katamu dua minggu lalu lewat video call.
Padahal waktu itu kamu sudah janji untuk menjemputku ke rumah, dan akan mengajakku jalan-jalan.
Aku kecewa, kemudian aku pasang wajah cemberut, kamu tertawa melihat ekspresiku. Dengan lembut kamu membujukku untuk tidak ngambek, "Sayang, please...aku ada kerjaan mendadak, bos tiba-tiba menyuruhku menemui klien"
Dengan nada kekanakkan aku merajuk, "itu artinya, hari sabtu ini aku libur sendiri tanpa kamu?, terus malam minggupun harus aku lalui sendiri?"
"Gimana yah sayang....hmmmm.." kamu berfikir, ga lama kamu bilang, "ok, gini deh , aku jemput kamu, terus kamu ikut aku ketemu klien, tapi kamu nunggu aku di mobil, ga usah turun, setelah selesai, kamu ikut aku ke kantor dan nemanin aku lembur, setujukah, sayang?"
Jujur aku sangat suka dengan ide itu, yang penting bagiku adalah bisa bersamamu, ga perlu jalan-jalan atau kemanapun, cukup bersamamu, berada di sampingmu, melampiaskan rindu yang selama 6 hari harus tertahan karena kesibukan kerja.
"Ok, aku setuju" kataku dengan wajah yang kembali ceria. "Kamu jemput aku kan?, aku tunggu yah..." Kamu mengangguk sambil tersenyum geli melihat tingkahku. Video callpun di tutup setelah sebelumnya kita saling ber kissbye ria.
Dua minggu yang lalu, bersamamu dunia terasa begitu indahnya, duduk di sebelahmu yang terlihat mempesona, membuatku bak seorang putri yang di bawa keliling dunia oleh sang pangeran. Di sela-sela mengendarai mobilmu, kau sering melirik ke arahku, melempar senyum manis, mengerlingkan mata indahmu, sesekali kau belai rambutku. Aku melambung.....melambung tinggi ke awan.....kurasakan cintamu begitu besar, menyesakkan rongga nafasku. Gemuruh dadaku pun bagai gelombang dahsyat yang suaranya menggelegar menerjang batu karang. "ooooooh, cintaku, nuraniku tak mampu lagi berkata tidak pada hasrat yang menggelora..." bisik lirih di hatiku.
Dua minggu lalu itu, kita telusuri jalan yang lumayan panjang, berdua. Setiaku menemanimu, sebagai bukti, kau sangat berharga bagiku. Setiamu memintaku menemanimu, adalah bukti aku sangat berarti bagi dirimu.
Cintaku, apa kabarmu hari ini?. Seminggu sudah kita lewati tanpa komunikasi, setelah aku bilang, "selamat tinggal" pada cinta yang membuatku gila. Tak mampu ku tahan cemburuku pada setiap rekan kerja wanitamu, phobia kehilanganmu, yang malah bener-bener membuat aku kehilanganmu. Kamu pergi dengan hati luka.
Aku terlalu manja kan, cinta?. Kamu seperti lelah menghadapi manjaku. Kamupun lelah menghadapi kecurigaanku, kamu bilang, "ok...goodbye"
Cintaku, apa kabarmu hari ini?, apa semua kenangan hilang terhapus kecewamu?, sementara di memoriku, bayangmu, dan segala kemesraanmu masih sangat jelas di ingatanku.
Cintaku, apa kabarmu hari ini?, sungguh aku rindu.........
*Fakhria Ilyas*
Cikarang, 11 April 2017.
Baper baperrr
BalasHapus